RAKER Pengawasan STUNTING Komisi lV DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar: Dukung Sukabumi Zero Stunting

 

SUKABUMI.JURNALNETWORK.ID – Rapat Kerja ( Raker ) Pimpinan Dan anggota Komisi lV DPRD Kabupaten Sukabumi Dalam rangka rapat kerja pengawasan terkait STUNTING, bertempat di aula desa Girijaya, Kecamtan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,

Dalam Kegiatan Tersebut dihadiri ketua Komisi lV Beserta Anggota DPRD Kabupaten sukabumi, Dinas Kesehat, Forkopincam Nagrak, Kepala Puskesmas, Para Kepala Desa sekecamatan Nagrak dan Para Kader Posyandu.

Ketua Komisi lV DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, SE, Mengatakan Hari ini kita dari komisi lV Melaksanakan kegiatan pemantauan mengenai pelaksaan Stunting di desa-desa, dimana kita melihat ada sebuah SK Bupati mengenai implementasi dan pemberdayaan stanting, dan masih banyak kader-kader posyandu yang kebingungan bagaimana melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut, karena terkait pendanaan yang tidak ada, sehingga kita berkordinasi dengan seluruh puskesmas yang ada di nagrak dan kemudian juga dinas kesehatan, dan ini juga mencerminkan Sekabupaten sukabumi, tentunya permasalahannya sama,

“Kami sudah mendapatkan kesimpulan-kesimpulan yang pertama adalah agar Kader-kader penggerak posyadu Di desa-desa sekabupaten sukabumi agak di kasih pemahaman- pemahaman oleh kepala dinas kesehatan atupun puskesmas-puskesmas setempat dan kemudian juga di berikan alokasi-alokasi anggaran agar mereka bisa bekerja sesuai yang di harapkan,” Ucapnya

Baca Juga :  Tanamkan Edukasi Hidup Bersih Sejak Dini, Satgas Yonif 310/KK Bersama Siswa SD Bersihkan Lingkungan Sekolah

Lebih Lanjut Hera menyampaikan, Kami sangat mendorong sekali karena program pemerintah ini 2023 Zero stunting, malah sekarang terlihat dimasing² yang barusan di nagrak saja menambah dari yang kemaren, makanya dorongannya kami nanti akan mengajukan rapat ini kepada pimpinan dewan merekomendasikan agar mendorong anggaran dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pengentasan stunting

“Kami mendorong anggaran agar kader-kader posyandu, meraka sudah semangat dan sudah siap tetapi mereka kebingungan dengan anggarannya, bahkan pelatihan² untuk mengukur bayi saja, alat ukur teranya saja sekarang tidak sesuai yang diharapkan, merka kadang ngukur hari ini sekian dan besoknya sekian , kan jelas itu apakah alat ukurnya yang kurang bagus atau kah SDM nya yang kurang pengetahuan.” Pungkas Hera Iskandar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *