Berita  

Anaknya Mak Emin Yang Alami Gangguan Jiwa,Butuh Perhatian Pemerintah

 

Sukabumi-Ibu Emin 69 tahun janda tua di Kampung Gunung rompang RT 10 RW 11 Desa Loji Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, hidup bersama anaknya yang mengalami gangguan jiwa dengan kondisi yang serba kekurangan. Minggu 24/03/2024

Tinggal dirumah berukuran 4X4 meter Mak Emin hidup bersama anaknya dedem 42 tahun anak kedua dengan kondisi mengalami gangguan jiwa (ODGJ) selama kurang lebih 12 tahun , dengan kondisi kehidupan sehari harinya serba kekurangan.dikarenakan anaknya sering meronta ronta dan mengamuk (jika kehabisan obat).untuk menghindari hal hal yang tidak diharapkan terjadi sama warga sekitar,sementara di pasung di dalam ruangan rumah atas persetujuan keluarga dan diketahui tokoh masyarakat serta RT dan RW

Diketahui ibu Emin memiliki anak tiga,dari kedua anaknya sudah berkeluarga hanya saja anak yang no dua tersebut mengalami gangguan jiwa (ODGJ)

“Enya anak ibu sadayana aya tilu tos rumahtangga anu no dua iyeu we te damang pikirana tos hampir 12 tahun lamina, kapungkur kantos dicanak berobat ka RS jiwa ku pihak desa waktos pak kadesna pak embar alhamdulillah aya perubahan teu ngamuk wae” (Jelasnya dalam bahasa Sunda)

Baca Juga :  Ciptakan Pribadi Yang Beriman Dan Bertaqwa, Satgas Yonif 310/KK Bersama Warga Bergotong Royong Bangun Pondok Mengaji Di Perbatasan RI

Iya anak ibu semuanya ada tiga yang satu dan no tiga sudah pada berkeluarga yang no dua ini lah yang mengalami sakit gangguan jiwa kurang lebih hampir 12 tahun lamanya, dulu pernah dibawa ke RS jiwa dibantu oleh pihak desa waktu pak kadesnya pak embar dan alhamdulillah ada perubahan tidak mengamuk terus” Jelasnya

Ibu Emin diketahui kehidupan sehari harinya seorang petani dan terkadang menjadi kuli serabutan kalau ada hang menyuruh,

“Iya kadang ke kebon ngehuma ( bahasa sunda-red) tanam padi di ladang, kalo ada yang nyuruh kerja ya kerja, apa aja saya lakuin yang penting ada buat kebutuhan sehari hari” Ujannya

Ketika awak media menanyakan soal bantuan sosial dari pemerintah, Uus 58 tahun anak pertama ibu Emin mengatakan dulu pernah mendapatkan bantuan sembako yang dari pemerintah bantuan pangan non tunai (BPNT) tapi setelah 3 tahun ini bantuan tersebut tidak ada lagi

“Dulu pernah dapat bantuan sembako dari desa cuma sekarang tidak dapat lagi, saya pribadi berharap bantuan sembako tersebut bisa mendapatkan lagi, karena dengan adanya bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan makan buat sehari harinya”.tukasnya

Baca Juga :  Polsek Cisaat Giat Gerakan BEBERSIH DIRI (Berinfak dan Bersedekah di Pagi Hari)

Ketua rukun warga (RW) 11,Lili membenarkan bahwa warganya bernama dedem 42 tahun mengalami sakit gangguan jiwa (ODGJ)

“Betul dedem ini sudah lama mengalami gangguan kejiwaannya, dulu sudah pernah di bawa ke RSJ Marzuki Mahdi di bogor,setelah menjalani perawatan hampir dua minggu alhamdulillah ada perubahan, ketika kumat (dedem) ngamuk suka jalan keliling dan hancurin kaca rumah tetangga, khawatir terjadi hal hal yang tidak diharapkan lagi. kami inisiatif untuk memasungnya dengan persetujuan keluarga di ruangan rumah, meski dirinya di pasung untuk makan dan minum tetap dikasih setiap waktu”.paparnya

Ditempat terpisah melalui pesan WhatsApp singkat sekretaris desa (sekdes) encep ketika di konfirmasi awak media mengatakan, bahwa pihak desa sedang komunikasi dengan pihak kesra desa dan kesos kecamatan mengenai warga tersebut

“Iya Pak saya masih komunikasi dengan pihak kesra dan kesos untuk penanganan warga yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ) tersebut atas nama dedem”.10/03/2024 katanya dengan singka

Keluarga ibu Emin berharap ke pemerintah bisa mendapatkan lagi bantuan agar bisa mengurangi beban kebutuhan sehari-hari harinya bersama anaknya. Dan berharap anaknya yang sakit gangguan jiwanya bisa sembuh kembali

Baca Juga :  Turut Hadir Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi dan Anggota DPR- RI Dalam Acara Milangkala Ke-3 PLKB Kabandungan

Sampai berita ini diterbitkan pihak pemerintah desa (pemdes) belum ada yang datang secara langsung ke TKP

Hilman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *